Apa Itu Penyakit Kusta ?
![]() |
| Sumber: www.novisiatkapusinpoteng.blogspot.com |
Kusta adalah penyakit menular dan menahun yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit kusta terutama menyerang saraf tepi dan kulit, tetapi dapat juga menyerang organ atau sistem lain misalnya mukosa mulut, saluran napas bagian atas, mata, otot, ginjal dan testis.
Penyakit kusta yang tidak secara dini dan tepat ditangani akan berakhir
dengan banyak kecacatan fisik yang permanen.
World Health Organization (WHO) telah membagi derajat kecacatan pada penderita kusta menjadi 3, yaitu:
derajat 0
- tidak terdapat adanya kecacatan,
derajat 1
- kehilangan sensasi pada tangan atau kaki,
derajat 2
- kecacatan yang dapat langsung terlihat seperti ulkus pada kaki dan tangan, kelumpuhan otot (drop foot dan claw hand) atau reabsorbsi parsial dari jari
- jari, serta kebutaan.
Kecacatan fisik yang terlihat (derajat 2)
menjadi masalah besar bagi penderita sebab hampir seluruh penderita
kusta mengalami keterbatasan pada fungsinya di dalam masyarakat dan
lingkungan kerja akibat adanya penolakan dan stigma
negatif.
Kecacatan fisik berdampak pada kehidupan penderita tidak hanya secara
fisik tetapi juga psikologis, sosial, dan ekonomi.
WHO menunjukkan bahwa data jumlah kasus baru yang ditemukan pada tahun 2011 adalah
219.075 kasus, dengan 12.225 kasus di antaranya telah mengalami kecacatan derajat 2.
Kasus baru tahun 2011 dengan kecacatan derajat 2
mengalami peningkatan sebesar 230 kasus dari 1.822 kasus yang tercatat
pada tahun 2010.
Hasil rekapitulasi profil kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menun jukkan terjadinya kecacatan derajat 2 pada penderita kusta baru sebesar 1,64% dari 61 kasus pada tahun 2010, 19,2% dari tahun 52 kasus pada tahun 2011, dan 9,25% dari 54 kasus pada tahun 2012. Meima A, dalam penelitiannya memperkirakan jumlah penderita kusta dengan kecacatan derajat 2 pada tahun 2020 jumlahnya di kisaran 1 juta penderita. WHO telah menargetkan pada tahun 2015 di negara endemis termasuk Indonesia terjadi penurunan angka kecacatan derajat 2 sebesar 35 persen dari angka tahun 2010. Penelitian mengenai epidemiologi penyakit kusta dengan kecacatan derajat 2 dapat menjadi langkah awal untuk mencapai target tersebut. Penelitian dan data mengenai karakteristik penderita kusta dengan kecacatan derajat 2 di Kalimantan Barat masih belum tersedia, padahal data tersebut penting sebagai salah satu dasar untuk mencapai sasaran program pengendalian kusta yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Pemahaman yang lebih baik diperlukan untuk meningkatkan deteksi dini terhadap potensi kecacatan derajat 2 serta penanganannya bila sudah terjadi. RS Kusta Alverno Singkawang merupakan satu-satunya rumah sakit kusta di Provinsi Kalimantan Barat yang menjadi pusat rujukan, pengobatan danpencegahan terhadap kecacatan penderita kusta.
Sumber: Aji Witama, Naskah Publikasi Karakteristik Penderita Kusta Dengan Kecacatan Derajat 2 Di Rs Kusta Alverno Singkawang Tahun 2010 – 2013, Singkawang 2014.
.



0 komentar:
Posting Komentar