Rabu, 30 Agustus 2017

Apa Itu Penyakit Kusta ?

Sumber: www.novisiatkapusinpoteng.blogspot.com

Kusta  adalah  penyakit  menular  dan  menahun  yang  disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit kusta terutama menyerang saraf tepi dan  kulit,  tetapi  dapat  juga  menyerang  organ  atau sistem  lain  misalnya mukosa  mulut,  saluran  napas  bagian  atas, mata,  otot,  ginjal  dan  testis.
Penyakit  kusta  yang  tidak  secara  dini  dan  tepat  ditangani  akan  berakhir
dengan    banyak    kecacatan    fisik    yang    permanen.
World    Health Organization (WHO)  telah  membagi  derajat  kecacatan  pada  penderita kusta menjadi  3,  yaitu:
derajat  0
- tidak  terdapat  adanya  kecacatan,
derajat  1
- kehilangan  sensasi   pada   tangan   atau   kaki,
derajat   2
- kecacatan  yang  dapat  langsung  terlihat  seperti  ulkus  pada  kaki  dan tangan, kelumpuhan otot (drop foot dan claw hand) atau reabsorbsi parsial dari  jari
- jari,  serta  kebutaan.
Kecacatan  fisik  yang  terlihat  (derajat  2)
menjadi  masalah  besar  bagi  penderita  sebab  hampir  seluruh  penderita
kusta  mengalami  keterbatasan  pada  fungsinya  di  dalam  masyarakat  dan
lingkungan   kerja   akibat   adanya   penolakan   dan   stigma
negatif.
Kecacatan fisik berdampak pada  kehidupan penderita tidak hanya secara
fisik  tetapi  juga  psikologis,  sosial,  dan  ekonomi.
WHO  menunjukkan bahwa  data  jumlah  kasus  baru  yang  ditemukan  pada  tahun  2011  adalah
219.075  kasus, dengan 12.225  kasus  di antaranya  telah  mengalami kecacatan derajat 2.
Kasus baru tahun 2011 dengan kecacatan derajat 2
mengalami peningkatan sebesar 230 kasus dari 1.822 kasus yang tercatat
pada tahun 2010.
Hasil rekapitulasi profil kesehatan Provinsi Kalimantan Barat  menun jukkan  terjadinya  kecacatan derajat  2  pada  penderita  kusta baru sebesar 1,64% dari 61 kasus pada tahun 2010, 19,2% dari tahun 52 kasus pada tahun 2011, dan 9,25% dari 54 kasus pada tahun 2012. Meima  A, dalam  penelitiannya memperkirakan jumlah  penderita  kusta dengan  kecacatan  derajat  2 pada tahun 2020  jumlahnya  di kisaran  1  juta penderita. WHO  telah  menargetkan  pada  tahun  2015 di negara  endemis termasuk Indonesia terjadi penurunan angka kecacatan derajat 2 sebesar 35  persen dari  angka  tahun  2010. Penelitian  mengenai  epidemiologi penyakit  kusta  dengan  kecacatan derajat  2  dapat  menjadi langkah  awal untuk    mencapai    target   tersebut. Penelitian   dan   data mengenai karakteristik penderita  kusta  dengan  kecacatan  derajat  2  di  Kalimantan Barat masih belum  tersedia,  padahal data  tersebut  penting sebagai salah satu  dasar  untuk  mencapai  sasaran program  pengendalian kusta  yang telah  dicanangkan  oleh  Kementerian  Kesehatan  RI. Pemahaman  yang lebih  baik diperlukan  untuk  meningkatkan  deteksi dini terhadap  potensi kecacatan  derajat  2  serta penanganannya  bila  sudah  terjadi. RS  Kusta Alverno   Singkawang merupakan   satu-satunya   rumah   sakit   kusta   di Provinsi  Kalimantan  Barat  yang  menjadi  pusat rujukan,  pengobatan danpencegahan  terhadap  kecacatan  penderita  kusta.
Sumber: Aji Witama, Naskah Publikasi Karakteristik Penderita Kusta Dengan Kecacatan Derajat 2 Di Rs Kusta Alverno Singkawang Tahun 2010 – 2013, Singkawang 2014.

0 komentar:

Posting Komentar

Kategori

Blog Archive

JOGET BERSAMA, KECERIAAN ANAK-ANAK KELUARGA EX KUSTA

JOGET BERSAMA, KECERIAAN ANAK-ANAK KELUARGA EX KUSTA Lokasi: pemukiman ex kusta, Danau Biru, Wonosari, Roban, Singkawang Tengan Waktu: Mi...

Statistik Kunjungan


Popular Posts